Gunung Cikuray
Untuk mencapai Cikuray dapat ditempuh dengan naik kendaraan umum dari Bandung atau dari Tasikmalaya menuju terminal Guntur. Dari sana diteruskan dengan angkutan kota menuju jalur pendakian, (Cikajang, Bayongbong atau Dayeuh Manggung). Ketiga jalur tersebut menawarkan medan yang sangat menarik dengan karakteristik masing-masing. Jalur bayongbong adalah jalur yang paling terjal, tetapi dapat cepat sampai di puncak. Jika anda bukan warga Jabar, mendaki Cikurai mesti satu paket dengan Gunung Guntur dan Gunung Papandayan. Keduanya menawarkan medan pendakian yang menarik.
Karena letaknya paling tinggi di kabupaten Garut, kaki gunung Cikuray dipakai untuk stasiun pemancar TV swasta dan TVRI. Gunung Cikurai mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, Hutan Montane dan Hutan Ericaceous.
Jalur Pendakian
Transportasi
Pendakian Gunung Cikuray dari Cilawu dapat dicapai dari Garut.
Perjalanan dari jalan raya untuk menuju titik awal pendakian yaitu
stasium pemancar TV dapat memakan waktu sekitar 2 jam sampai dengan 3
jam berjalan kaki atau dapat menggunakan jasa ojek hanya sekitar 40
menit. Untuk trek jalan dari jalan raya menuju stasiun pemancar TV,
dapat dilalui dari Desa Babakan Loak – Desa Cisumur – Desa Mekarsari –
stasiun pemancar TV.
Keadaan jalan untuk menuju stasiun pemancar cukup lebar di mana dapat
dilalui mobil namun jalan tersebut hanya tesusun dari bebatuan. Jika
hendak menuju Kecamatan Cilawu ini dengan kendaraan umum dapat mengambil
jurusan Garut yang akan berhenti di Terminal Garut (Guntur), kemudian
dilanjutkan dengan angkot 06 menuju Cilawu, dapat turun di Sukamulya
atau Cigarungsang,di tengah jalan kita ketemu Pos perkebunan,di situ
kita di suruh ngisi buku tamu dan kena biaya Rp.2.000/orang. Lalu dapat
dilanjutkan dengan jasa ojek untuk menuju Stasiun pemancar
Rp.30.000/orang
Jalur Pendakian Cilawu
Dari stasiun pemancar, memulai pendakian melalui kebun teh dengan
punggungan yang terlihat jelas, dari sana juga dapat terlihat bentuk
punggungan yang akan didaki hingga menuju puncak Gunung Cikuray jika
cuaca cerah tanpa kabut. Perjalanan melewati kebun teh hanya singkat,
sekitar 30 menit dengan keadaan jalur yang gersang dan berdebu. Setelah
itu baru memasuki hutan yang teduh. Di luar musim hujan, kondisi tanah
masih terlihat gersang dan berdebu bila ditapaki.
Pos 1 dapat dicapai dari stasiun pemancar TV dengan waktu tempuh sekitar
50 menit. Kemudian ditambah sekitar 50 menit lagi untuk menuju Pos 2.
Waktu tempuh Pos 2 ke Pos 3 adalah 1,5 kali lebih lama dibanding waktu
tempuh dari Pos 1 ke Pos 2. Karena medannya yang curam, dengan kontur
yang rapat, Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 hanya mampu menampung satu sampai
dua tenda. Sementara di Pos 4 terdapat tempat yang lebih luas yang dapat
menampung sampai tiga tenda.
Sebelum memulai pendakian, sebaiknya mengisi perbekalan air di stasiun
pemancar TV. Dalam musim kemarau panjang, pendaki tidak dapat mengisi
perbekalan air di stasiun pemancar karena para pekerja di stasiun
pemancar tersebut juga harus bolak–balik ke desa untuk mengisi ulang air
yang mereka butuhkan. Maka untuk lebih pastinya, sebaiknya diisi
sebelum menuju stasiun pemancar, tepatnya di desa terakhir : Desa
Cisumur atau Cikoneng di Desa Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu.
Pos 4 Perjalanan dilanjutkan terus mendaki dari Pos 4 menuju Pos
membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan kemiringan yan lebih terjal
seperti Pos 3 menuju Pos 4 yang kemudian dapat dilanjutkan ke Pos Puncak
Bayangan yang memiliki lahan yang lebih luas dari lima pos sebelumnya
dan dengan keadaan lebih datar tanpa adanya semak belukar.
Perjalanan setelah Pos Puncak Bayangan dapat dilakukan menuju Pos yang
luasnya hampir sama dengan pos puncak bayangan yang mampu menampung
sekitar 3 sampai 4 tenda. Dari Pos 6 ini pepohonan tinggi sudah tidak
terlalu rapat namun masih dapat menghalangi hantaman angin langsung dan
sudah sangat dekat dengan Puncak Gunung Cikuray. Pos 6 ini dapat menjadi
tempat yang paling santai untuk menunggu momen matahari terbit atau
tenggelam. Hanya tinggal menanjak ke puncak kurang dari 15 menit dengan
membawa perbekalan secukupnya, lalu balik lagi ke Pos 6 sekitar 10
menit.
Puncak Gunung Cikuray dengan menampilkan panorama kota dan pegunungan di
wilayah Garut. Di sebelah barat tampak berjajar pegunungan sampai ke
arah utara, mulai dari Gunung Papandayan sampai Gunung Guntur.
Di puncak Gunung Cikuray terdapat bangunan berupa pos seluas 2.5 x 2.5
meter. Jadi hanya mampu menampung 1 tenda. Menempati pos di puncak ini
merupakan pilihan yang beresiko, apalagi di saat musim hujan. Selain
karena kondisi puncak yang gersang dan tidak dikelilingi pepohonan, pos
tersebut biasa menjadi incaran para pendaki yang langsung menuju puncak
untuk mendirikan tenda.
Sumber: http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-cikuray.html
Twitter: @KeongTraveler, Instagram: @KeongTraveler, FansPage: Catatan Harian Keong
Pendakian gunung Cikuray via Bayongbong adalah
pendakian cikuray dengan jalur terberat. Banyak dari para pendaki yang
mengakui bahwa jalur Bayongbong memang berat dengan treknya curam dan
terjal. Namun begitu jalur Bayongbong adalah jalur terpendek ketimbang
dua jalur cikuray lainnya.Sumber: http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-cikuray.html
Twitter: @KeongTraveler, Instagram: @KeongTraveler, FansPage: Catatan Harian Keong
Transportasi
Pendakian Gunung Cikuray dari Cilawu dapat dicapai dari Garut.
Perjalanan dari jalan raya untuk menuju titik awal pendakian yaitu
stasium pemancar TV dapat memakan waktu sekitar 2 jam sampai dengan 3
jam berjalan kaki atau dapat menggunakan jasa ojek hanya sekitar 40
menit. Untuk trek jalan dari jalan raya menuju stasiun pemancar TV,
dapat dilalui dari Desa Babakan Loak – Desa Cisumur – Desa Mekarsari –
stasiun pemancar TV.
Keadaan jalan untuk menuju stasiun pemancar cukup lebar di mana dapat
dilalui mobil namun jalan tersebut hanya tesusun dari bebatuan. Jika
hendak menuju Kecamatan Cilawu ini dengan kendaraan umum dapat mengambil
jurusan Garut yang akan berhenti di Terminal Garut (Guntur), kemudian
dilanjutkan dengan angkot 06 menuju Cilawu, dapat turun di Sukamulya
atau Cigarungsang,di tengah jalan kita ketemu Pos perkebunan,di situ
kita di suruh ngisi buku tamu dan kena biaya Rp.2.000/orang. Lalu dapat
dilanjutkan dengan jasa ojek untuk menuju Stasiun pemancar
Rp.30.000/orang
Jalur Pendakian Cilawu
Dari stasiun pemancar, memulai pendakian melalui kebun teh dengan
punggungan yang terlihat jelas, dari sana juga dapat terlihat bentuk
punggungan yang akan didaki hingga menuju puncak Gunung Cikuray jika
cuaca cerah tanpa kabut. Perjalanan melewati kebun teh hanya singkat,
sekitar 30 menit dengan keadaan jalur yang gersang dan berdebu. Setelah
itu baru memasuki hutan yang teduh. Di luar musim hujan, kondisi tanah
masih terlihat gersang dan berdebu bila ditapaki.
Pos 1 dapat dicapai dari stasiun pemancar TV dengan waktu tempuh sekitar
50 menit. Kemudian ditambah sekitar 50 menit lagi untuk menuju Pos 2.
Waktu tempuh Pos 2 ke Pos 3 adalah 1,5 kali lebih lama dibanding waktu
tempuh dari Pos 1 ke Pos 2. Karena medannya yang curam, dengan kontur
yang rapat, Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 hanya mampu menampung satu sampai
dua tenda. Sementara di Pos 4 terdapat tempat yang lebih luas yang dapat
menampung sampai tiga tenda.
Sebelum memulai pendakian, sebaiknya mengisi perbekalan air di stasiun
pemancar TV. Dalam musim kemarau panjang, pendaki tidak dapat mengisi
perbekalan air di stasiun pemancar karena para pekerja di stasiun
pemancar tersebut juga harus bolak–balik ke desa untuk mengisi ulang air
yang mereka butuhkan. Maka untuk lebih pastinya, sebaiknya diisi
sebelum menuju stasiun pemancar, tepatnya di desa terakhir : Desa
Cisumur atau Cikoneng di Desa Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu.
Pos 4 Perjalanan dilanjutkan terus mendaki dari Pos 4 menuju Pos
membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan kemiringan yan lebih terjal
seperti Pos 3 menuju Pos 4 yang kemudian dapat dilanjutkan ke Pos Puncak
Bayangan yang memiliki lahan yang lebih luas dari lima pos sebelumnya
dan dengan keadaan lebih datar tanpa adanya semak belukar.
Perjalanan setelah Pos Puncak Bayangan dapat dilakukan menuju Pos yang
luasnya hampir sama dengan pos puncak bayangan yang mampu menampung
sekitar 3 sampai 4 tenda. Dari Pos 6 ini pepohonan tinggi sudah tidak
terlalu rapat namun masih dapat menghalangi hantaman angin langsung dan
sudah sangat dekat dengan Puncak Gunung Cikuray. Pos 6 ini dapat menjadi
tempat yang paling santai untuk menunggu momen matahari terbit atau
tenggelam. Hanya tinggal menanjak ke puncak kurang dari 15 menit dengan
membawa perbekalan secukupnya, lalu balik lagi ke Pos 6 sekitar 10
menit.
Puncak Gunung Cikuray dengan menampilkan panorama kota dan pegunungan di
wilayah Garut. Di sebelah barat tampak berjajar pegunungan sampai ke
arah utara, mulai dari Gunung Papandayan sampai Gunung Guntur.
Di puncak Gunung Cikuray terdapat bangunan berupa pos seluas 2.5 x 2.5
meter. Jadi hanya mampu menampung 1 tenda. Menempati pos di puncak ini
merupakan pilihan yang beresiko, apalagi di saat musim hujan. Selain
karena kondisi puncak yang gersang dan tidak dikelilingi pepohonan, pos
tersebut biasa menjadi incaran para pendaki yang langsung menuju puncak
untuk mendirikan tenda.
Sumber: http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-cikuray.html
Twitter: @KeongTraveler, Instagram: @KeongTraveler, FansPage: Catatan Harian Keong
Sumber: http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-cikuray.html
Twitter: @KeongTraveler, Instagram: @KeongTraveler, FansPage: Catatan Harian Keong
Transportasi
Pendakian Gunung Cikuray dari Cilawu dapat dicapai dari Garut.
Perjalanan dari jalan raya untuk menuju titik awal pendakian yaitu
stasium pemancar TV dapat memakan waktu sekitar 2 jam sampai dengan 3
jam berjalan kaki atau dapat menggunakan jasa ojek hanya sekitar 40
menit. Untuk trek jalan dari jalan raya menuju stasiun pemancar TV,
dapat dilalui dari Desa Babakan Loak – Desa Cisumur – Desa Mekarsari –
stasiun pemancar TV.
Keadaan jalan untuk menuju stasiun pemancar cukup lebar di mana dapat
dilalui mobil namun jalan tersebut hanya tesusun dari bebatuan. Jika
hendak menuju Kecamatan Cilawu ini dengan kendaraan umum dapat mengambil
jurusan Garut yang akan berhenti di Terminal Garut (Guntur), kemudian
dilanjutkan dengan angkot 06 menuju Cilawu, dapat turun di Sukamulya
atau Cigarungsang,di tengah jalan kita ketemu Pos perkebunan,di situ
kita di suruh ngisi buku tamu dan kena biaya Rp.2.000/orang. Lalu dapat
dilanjutkan dengan jasa ojek untuk menuju Stasiun pemancar
Rp.30.000/orang
Jalur Pendakian Cilawu
Dari stasiun pemancar, memulai pendakian melalui kebun teh dengan
punggungan yang terlihat jelas, dari sana juga dapat terlihat bentuk
punggungan yang akan didaki hingga menuju puncak Gunung Cikuray jika
cuaca cerah tanpa kabut. Perjalanan melewati kebun teh hanya singkat,
sekitar 30 menit dengan keadaan jalur yang gersang dan berdebu. Setelah
itu baru memasuki hutan yang teduh. Di luar musim hujan, kondisi tanah
masih terlihat gersang dan berdebu bila ditapaki.
Pos 1 dapat dicapai dari stasiun pemancar TV dengan waktu tempuh sekitar
50 menit. Kemudian ditambah sekitar 50 menit lagi untuk menuju Pos 2.
Waktu tempuh Pos 2 ke Pos 3 adalah 1,5 kali lebih lama dibanding waktu
tempuh dari Pos 1 ke Pos 2. Karena medannya yang curam, dengan kontur
yang rapat, Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 hanya mampu menampung satu sampai
dua tenda. Sementara di Pos 4 terdapat tempat yang lebih luas yang dapat
menampung sampai tiga tenda.
Sebelum memulai pendakian, sebaiknya mengisi perbekalan air di stasiun
pemancar TV. Dalam musim kemarau panjang, pendaki tidak dapat mengisi
perbekalan air di stasiun pemancar karena para pekerja di stasiun
pemancar tersebut juga harus bolak–balik ke desa untuk mengisi ulang air
yang mereka butuhkan. Maka untuk lebih pastinya, sebaiknya diisi
sebelum menuju stasiun pemancar, tepatnya di desa terakhir : Desa
Cisumur atau Cikoneng di Desa Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu.
Pos 4 Perjalanan dilanjutkan terus mendaki dari Pos 4 menuju Pos
membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan kemiringan yan lebih terjal
seperti Pos 3 menuju Pos 4 yang kemudian dapat dilanjutkan ke Pos Puncak
Bayangan yang memiliki lahan yang lebih luas dari lima pos sebelumnya
dan dengan keadaan lebih datar tanpa adanya semak belukar.
Perjalanan setelah Pos Puncak Bayangan dapat dilakukan menuju Pos yang
luasnya hampir sama dengan pos puncak bayangan yang mampu menampung
sekitar 3 sampai 4 tenda. Dari Pos 6 ini pepohonan tinggi sudah tidak
terlalu rapat namun masih dapat menghalangi hantaman angin langsung dan
sudah sangat dekat dengan Puncak Gunung Cikuray. Pos 6 ini dapat menjadi
tempat yang paling santai untuk menunggu momen matahari terbit atau
tenggelam. Hanya tinggal menanjak ke puncak kurang dari 15 menit dengan
membawa perbekalan secukupnya, lalu balik lagi ke Pos 6 sekitar 10
menit.
Puncak Gunung Cikuray dengan menampilkan panorama kota dan pegunungan di
wilayah Garut. Di sebelah barat tampak berjajar pegunungan sampai ke
arah utara, mulai dari Gunung Papandayan sampai Gunung Guntur.
Di puncak Gunung Cikuray terdapat bangunan berupa pos seluas 2.5 x 2.5
meter. Jadi hanya mampu menampung 1 tenda. Menempati pos di puncak ini
merupakan pilihan yang beresiko, apalagi di saat musim hujan. Selain
karena kondisi puncak yang gersang dan tidak dikelilingi pepohonan, pos
tersebut biasa menjadi incaran para pendaki yang langsung menuju puncak
untuk mendirikan tenda.
Sumber: http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-cikuray.html
Twitter: @KeongTraveler, Instagram: @KeongTraveler, FansPage: Catatan Harian Keong
Sumber: http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-cikuray.html
Twitter: @KeongTraveler, Instagram: @KeongTraveler, FansPage: Catatan Harian Keong
Transportasi
Pendakian Gunung Cikuray dari Cilawu dapat dicapai dari Garut.
Perjalanan dari jalan raya untuk menuju titik awal pendakian yaitu
stasium pemancar TV dapat memakan waktu sekitar 2 jam sampai dengan 3
jam berjalan kaki atau dapat menggunakan jasa ojek hanya sekitar 40
menit. Untuk trek jalan dari jalan raya menuju stasiun pemancar TV,
dapat dilalui dari Desa Babakan Loak – Desa Cisumur – Desa Mekarsari –
stasiun pemancar TV.
Keadaan jalan untuk menuju stasiun pemancar cukup lebar di mana dapat
dilalui mobil namun jalan tersebut hanya tesusun dari bebatuan. Jika
hendak menuju Kecamatan Cilawu ini dengan kendaraan umum dapat mengambil
jurusan Garut yang akan berhenti di Terminal Garut (Guntur), kemudian
dilanjutkan dengan angkot 06 menuju Cilawu, dapat turun di Sukamulya
atau Cigarungsang,di tengah jalan kita ketemu Pos perkebunan,di situ
kita di suruh ngisi buku tamu dan kena biaya Rp.2.000/orang. Lalu dapat
dilanjutkan dengan jasa ojek untuk menuju Stasiun pemancar
Rp.30.000/orang
Jalur Pendakian Cilawu
Dari stasiun pemancar, memulai pendakian melalui kebun teh dengan
punggungan yang terlihat jelas, dari sana juga dapat terlihat bentuk
punggungan yang akan didaki hingga menuju puncak Gunung Cikuray jika
cuaca cerah tanpa kabut. Perjalanan melewati kebun teh hanya singkat,
sekitar 30 menit dengan keadaan jalur yang gersang dan berdebu. Setelah
itu baru memasuki hutan yang teduh. Di luar musim hujan, kondisi tanah
masih terlihat gersang dan berdebu bila ditapaki.
Pos 1 dapat dicapai dari stasiun pemancar TV dengan waktu tempuh sekitar
50 menit. Kemudian ditambah sekitar 50 menit lagi untuk menuju Pos 2.
Waktu tempuh Pos 2 ke Pos 3 adalah 1,5 kali lebih lama dibanding waktu
tempuh dari Pos 1 ke Pos 2. Karena medannya yang curam, dengan kontur
yang rapat, Pos 1, Pos 2, dan Pos 3 hanya mampu menampung satu sampai
dua tenda. Sementara di Pos 4 terdapat tempat yang lebih luas yang dapat
menampung sampai tiga tenda.
Sebelum memulai pendakian, sebaiknya mengisi perbekalan air di stasiun
pemancar TV. Dalam musim kemarau panjang, pendaki tidak dapat mengisi
perbekalan air di stasiun pemancar karena para pekerja di stasiun
pemancar tersebut juga harus bolak–balik ke desa untuk mengisi ulang air
yang mereka butuhkan. Maka untuk lebih pastinya, sebaiknya diisi
sebelum menuju stasiun pemancar, tepatnya di desa terakhir : Desa
Cisumur atau Cikoneng di Desa Dayeuh Manggung, Kecamatan Cilawu.
Pos 4 Perjalanan dilanjutkan terus mendaki dari Pos 4 menuju Pos
membutuhkan waktu sekitar 45 menit dengan kemiringan yan lebih terjal
seperti Pos 3 menuju Pos 4 yang kemudian dapat dilanjutkan ke Pos Puncak
Bayangan yang memiliki lahan yang lebih luas dari lima pos sebelumnya
dan dengan keadaan lebih datar tanpa adanya semak belukar.
Perjalanan setelah Pos Puncak Bayangan dapat dilakukan menuju Pos yang
luasnya hampir sama dengan pos puncak bayangan yang mampu menampung
sekitar 3 sampai 4 tenda. Dari Pos 6 ini pepohonan tinggi sudah tidak
terlalu rapat namun masih dapat menghalangi hantaman angin langsung dan
sudah sangat dekat dengan Puncak Gunung Cikuray. Pos 6 ini dapat menjadi
tempat yang paling santai untuk menunggu momen matahari terbit atau
tenggelam. Hanya tinggal menanjak ke puncak kurang dari 15 menit dengan
membawa perbekalan secukupnya, lalu balik lagi ke Pos 6 sekitar 10
menit.
Puncak Gunung Cikuray dengan menampilkan panorama kota dan pegunungan di
wilayah Garut. Di sebelah barat tampak berjajar pegunungan sampai ke
arah utara, mulai dari Gunung Papandayan sampai Gunung Guntur.
Di puncak Gunung Cikuray terdapat bangunan berupa pos seluas 2.5 x 2.5
meter. Jadi hanya mampu menampung 1 tenda. Menempati pos di puncak ini
merupakan pilihan yang beresiko, apalagi di saat musim hujan. Selain
karena kondisi puncak yang gersang dan tidak dikelilingi pepohonan, pos
tersebut biasa menjadi incaran para pendaki yang langsung menuju puncak
untuk mendirikan tenda.
Sumber: http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-cikuray.html
Twitter: @KeongTraveler, Instagram: @KeongTraveler, FansPage: Catatan Harian Keon
Sumber: http://www.catatanhariankeong.com/2013/03/jalur-pendakian-gunung-cikuray.html
Twitter: @KeongTraveler, Instagram: @KeongTraveler, FansPage: Catatan Harian Keon
Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_Cikuray
http://infopendaki.com/gunung-cikuray-via-bayongbong/
No comments:
Post a Comment